SUKACITA KARENA KEMENANGAN

“… Murid-murid itu bersukacita karena mereka melihat Tuhan”

(Yohanes 20:20)

           Pada 1 September 1945, pekik “Merdeka” pertama-tama dijadikan salam jumpa secara nasional. Ucapan itu diungkapkan dengan perasaan sukacita karena kemenangan karena terbebas dari penjajahan. Bagi orang percaya, hari Minggu merupakan hari yang juga selalu kita rayakan sebagai hari kemenangan besar oleh kebangkitan Kristus. Salib-Nya adalah lambang kuasa Allah, tanda kemenangan atas dosa dan maut.

          Saudaraku, para murid masih diliputi oleh ketakutan kepada orang-orang Yahudi. Tetapi sesudah kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dan peristiwa-peristiwa penampakan-Nya kepada mereka, sungguh-sungguh telah mengubah keadaan mereka. Kehadiran-Nya di tengah-tengah mereka dan firman-Nya: “Damai sejahtera bagi kamu” (ayat 19), telah mengubah perasaan mereka yang takut, gelisah, sedih, menjadi kembali bersukacita dan berkemenangan.

            Saya dan putri saya juga telah mengalami sendiri sukacita dan kemenangan dari Tuhan atas dukacita kami. 11 Mei 2012, sehari sesudah pemakaman jenazah isteri saya, Tuhan telah menghibur kami. Dan tanggal 11 Mei 2013 yang lalu Tuhan kembali menguatkan kami dengan firman-Nya: “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu. Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung. Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup” (Mazmur 116:7-9).

         Saudaraku, apabila Anda sedang mengalami tekanan kehidupan oleh karena penyakit atau masalah dosa yang tak terselesaikan, bahkan persoalan hidup yang belum terpecahkan. Dengarkanlah dan yakinilah firman Tuhan. Dia mau dan mampu mengubah keadaan Saudara dan hati anda dengan kemenangan serta sukacita. -SMD-

 

“MENDENGARKAN, MEMPERHATIKAN

DAN MENAATI FIRMAN TUHAN”

(Becky Tirabassi)

 

 

Sukacita Karena Kemenangan