Yang kami hormati Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI: Bapak DR. Saur Hasugian, M.Th,

Yang kami hormati Gubernur Sulawesi Utara: Bapak Dr. S.H. Sarundajang

Yang Kami hormati Gubernur Kalimantan Tengah: Bapak DR.  Teras A. Narang, SH

Yang kami hormati Wali Kota Batu: Bapak Eddy Rumpoko dan Muspida Kota Batu,

Yang kami hormati Ketua PGLII: Pdt. DR. Solfianus Reimas,

Yang kami hormati Pimpinan Gereja/Lembaga Gerejawi dan para Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat Kota Batu,

Yang kami kasihi segenap Peserta dan Pembicara serta Undangan KTN ke-50 YPPII Batu tahun 2013,

Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, 

 

KTN 2013 menetapkan tema:

 

RAYAKAN TAHUN KESEJAHTERAAN” (Yesaya 45:3)

 

Dan Subtema: “Disejahterakan Untuk Menjadi Berkat Bagi Bangsa Indonesia Dan Bangsa-Bangsa”

 

 

Pada tanggal 9 Maret 1964 dini hari Tuhan memberikan kepada YPPII penetapan firman Tuhan      (Yesaya 45:2-3) melalui saya (Petrus Octavianus) disertai suatu penglihatan. Penetapan firman Tuhan itu seperti Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Saudara-saudara yang kami kasihi,

Tuhan Allah adalah Allah seluruh bangsa di dunia (Yesaya 45:1-25) Tuhan yang Mahakudus itu adalah Tuhan yang Mahakasih juga Mahaadil. Bangsa Yahudi/Israel, umat yang dikasihi telah amat sangat berdosa sehingga harus mengalami hukuman dan menjadi budak, terjajah di Babel dan dalam pembuangan di Babel selama 70 tahun.

Melalui Nabi Yeremia, Allah bernubuat bahwa Israel akan dibuang ke Babel selama 70 tahun, tetapi kemudian akan dibebaskan (Yeremia 25:11-12). Dan Tuhan menghibur dan menugasi mereka di pembuangan untuk tetap melanjutkan hidup dan kehidupan mereka. Bekerja dan mengabdi, berdoa dan mensejahterakan kota di Babel (Yeremia 29:7).

              Antara 200-150 tahun sebelum kegenapan janji Tuhan, Dia menubuatkan melalui Nabi Yesaya, bahwa Allah akan memakai seorang Raja  (kalau di Indonesia Rau Adil) untuk membebaskan umat-Nya dari penderitaan penjajahan dan mengembalikan ke Tanah Airnya. “Mesiakh” atau “Mesias” (orang yang diurapi Tuhan itu bernama Koresy) atau Cyrus (Yesaya 41:2, 25).

Koresy, Raja Persia (559-530 SM)  mengalahkan Babel (539 SM) dan Tuhan menggerakan hatinya untuk menggenapi nubuatan Yeremia dan mengeluarkan Dekrit untuk “mendirikan rumah bagi Tuhan di Yerusalem” (Ezra 1:1-2). Dan Nehemia,  seorang Gubernur yang takut akan Tuhan, berbeban untuk memperbaiki tembok Yerusalem dan berhasil dalam waktu 52 hari (Nehemia  1:4-11; 6:15).

Koresy telah dipakai Tuhan untuk mensejahterakan bangsanya melalui politik dan ekonomi dan Ezra-Nehemia melalui segi sosial-keagamaan dan budaya.

Dalam ketiga buku saya berjudul “Menuju Indonesia Jaya (2005-2030) Dan Indonesia Adidaya (2030-2055), Jilid I (13 Agustus 2004), Jilid II (1 Juni 2005) dan Jlid III (15 Desember 2006), saya menegaskan tentang tercapainya kesejahteraan bagi bangsa Indonesia pada tahun 2030. Indonesia mampu menjadi negara terkaya nomor lima di dunia dengan kemampuan US$ 25.000 / kapita.

Dalam percaturan politik dunia, Indonesia mampu bersaing (memasuki gerakan interes (movement of interest) dan gerakan untuk keunggulan (movement of exelency), dapat mencapai kemajuan teknologi yang setara dengan bangsa-bangsa lain dan di tahun 2030 memiliki 3.500 – 4.000 doktor dari 1 (satu) juta orang: kini baru 65 doktor tiap 1 (satu) juta orang.

Saudaraku sebangsa dan se-Tanah Air,

Reformasi telah berlangsung selama 15 tahun. Proses reformasi terkesan dibiarkan bergerak tanpa arah yang jelas. Tidak diberi kawalan ketat. Tidak terjadi proses konsolidasi gagasan dan tindakan sehingga tak pernah lahir visi besar tentang masa depan Indonesia yang lebih baik.

Meskipun demikian, kita bersama Tuhan tetap harus optimis mengatasi segala sesuatu. Perlu adanya tindakan ke arah program perencanaan  jangka panjang ke mana arah bangsa ini 50 tahun mendatang.

Lima Program Prioritas perlu dilakukan dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia

Pertama: Merevitalisasi Pancasila sebagai falsafah bangsa dan negara Indonesia

–       Pancasila sebagai dasar  bukan Pilar (sebagaimana ditegaskan oleh Harry Tjan Silalahi). Sebagai azas dan dasar negara Pancasila merupakan “philosophische grondslag atau dasar filosofis bangsa dan negara Indonesia

–       Negara Indonesia dibangun dengan semangat pengurbanan bangsa Indonesia (seperti ditegaskan Bung Karno dalam pidato beliau tanggal 17 Agustus 1945)

–       Karena itu nilai-nilai luhur Pancasila perlu diterapkan kembali secara obyektif demi kesejahteraan segala kelompok masyarakat Indonesia

Kedua: Indonesia memerlukan pemimpin dan kepemimpinan yang berperan aktif sebagai manusia sentral

–       Indonesia perlu kepemimpinan yang bersih, punya visi dan didukung oleh segenap komponen bangsa

–       Indonesia perlu manusia sentral yang hidup untuk Tuhan dan sesama, seorang figur bangsa yang mengayomi, peduli atas rakyat yang menderita

Ketiga: Membangun kebangsaan Indonesia, sehingga setiap suku, agama dari segala tingkat sosial  baggga sebagai orang Indonesia

–       Nation Building (Pembangunan kebangsaan) dapat dilakukan melalui pendidikan, penataran dan sebagainya

Keempat: Mengikis habis semua bentuk diskriminasi:

–       Semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditegaskan sebagai unsur pengikat kesatuan bangsa (selain Bendera Nasional, Pancasila, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, kesatuan dalam koridur             NKRI, dll)

–       Sikap dan tindakan yang inklusif

–       Tidak ada eksploitasi oleh mayoritas terhadap minoritas

–       Dan tanpa deskriminasi setiap induvidu berkembang bebas dan wajar

Kelima: Membangun infrastruktur

–       Perlu rencana pembangunan infrastruktur dalam tingkat daerah (regional) dan nasional

–       Perlu masterplan pelbagai infrastruktur demi keseinbangan pembangunan antara pusat dan daerah

Saudaraku,

Sebesar apapun Sumber Daya Alam yang kita miliki, sebanyak apa pun informasi yang dikumpulkan, sebrilian apa pun teori yang diketahui, setajam apa pun analisis yang dilakukan, sekuat apa pun semangat yang dipunyai dan sebagus apa pun program yang dibuat, tetapi terpulang kepada siapa yang memimpin dan mengendalikan negara ini.

Marilah berdoa memohon belas kasihan Allah. Mari bersatu, bekerja keras membangun Nusa dan Bangsa kita.

Dalam kesempatan ini, kami berterima kasih kepada Pemerintah, khususnya Pemerintahan Kota Batu dan DPRD Kota Batu serta semua fihak yang telah membantu teselenggaranya KTN Emas YPPII Batu 2013.

Kepada para Peserta dan Pembicara yang hadir kami ucapkan SELAMAT DATANG, SELAMAT BERTEMU DAN BERSEKUTU di Kota Batu, Kota kunjungan wisata Nasional.

Sekian dan terima kasih.

Batu, 30 Juni 2013

 

                                                                                                                                                  Pdt. DR. Petrus Octavianus, DD, Ph.D

 

 

·   

Sambutan Ketua Pembina / Pendiri YPPII Batu