Yang kami hormati Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI: Bapak DR. Saur Hasugian, M.Th,

Yang kami hormati Gubernur Sulawesi Utara: Bapak Dr. Sinyo  H. Sarundajang,

Yang Kami hormati Gubernur Kalimantan Tengah: Bapak DR.  Teras A. Narang, SH,

Yang kami hormati Wali Kota Batu: Bapak Eddy Rumpoko dan Muspida Kota Batu,

Yang kami hormati Ketua PGLII: Pdt. DR. Solfianus Reimas,

Yang kami hormati Pimpinan Gereja/Lembaga Gerejawi dan para Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat Kota Batu,

Yang kami kasihi segenap Peserta dan Pembicara KTN ke-50 YPPII Batu tahunn 2013,

 

Saudara-Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,

Assalamualaikum W. W.,

Salam sejahtera bagi kita semua,

KTN 2013 menetapkan tema:

“RAYAKAN TAHUN KESEJAHTERAAN” (Yesaya 45:3).

Dan Subtema: “Desejahterakan Untuk Menjadi Berkat Bagi Bangsa-Bangsa”

 

 

Secara geopolitik dan geostrategi kita menyadari bahwa Tanah Air kita amat sangat luas, lebih dari 59 juta km2. Hanya 35% daratan (17.508 pulau) dan 65% laut. Secara Sumber Daya Alam (SDA) amat sangat subur dan menjanjikan.

Wawasan Nusantara kita mendukung cita-cita bangsa untuk mencapai kemakmuran (prosperity) dan keamanan (security). Ketahanan ekonomi menjadi prioritas Pemerintah, yang menargetkan tahun 2014 nanti tumbuh 6,8%,  tetapi tujuan pembangunan bukan hanya pertumbuhan ketahanan ekonomi, melainkan juga harus menjadi prioritas agar perekonomian suatu bangsa tidak ambruk akibat pelemahan global. Dunia usaha diakui telah turut berperan menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Credit Suisse Research Institute menegaskan bahwa Indonesia  adalah sebagai salah satu negara dengan laju pertumbuhan orang kaya tertinggi di dunia.

Sekitar 112.000 orang kaya di Indonesa memiliki aset minimal 1 (satu) juta dollar AS.  Tapi sayang Indonesia sangat lambat menurunkan tingkat kemiskinan. Bahkan jumlah kemiskinan tinggi, yakni 125 juta jiwa dari sekitar 250 juta jiwa penduduk. Indonesia miskin. Dikategorikan sebagai “near poor”. Hidup dengan US dollar 2,-per hari-per orang.

Penerima pajak di Indonesia terlalu rendah dibanding dengan negara-negara tetangga: Malaysia tiap tahun 18% dari Product Domestic Bruto (PDB), Singapura 22%. Dan Indonesia hanya 12%. Mengapa ? Terjadi korupsi termasuk di antara para petugas pajak. Saya menghitung ada US Dollar 45 milyar atau Rp 300 trilyun yang tidak masuk kas negara. Korupsi juga menggerogoti Sumber Daya Alam.

Penerima pajak di Indonesia terlalu rendah dibanding dengan negara-negara tetangga: Malaysia tiap tahun 18% dari Product Domestic Bruto (PDB), Singapura 22%. Dan Indonesia hanya 12%. Mengapa ? Terjadi korupsi termasuk di antara para petugas pajak. Saya menghitung ada US Dollar 45 milyar atau Rp 300 trilyun yang tidak masuk kas negara. Korupsi juga menggerogoti Sumber Daya Alam.

Sementara itu ada yang menggembirakan: pemasukan melalui pariwisata. Bali memang sudah terkenal sebagai kota wisata nasional pertama. Juga Yogyakarta sebagai kota wisata nasional kedua, yang memiliki Candi Prambanan  dengan Relief cerita Ramayana 72 adegan  terlengkap, yang dibangun abad 9 Masehi oleh Mataram Kuno memang amat mengagumkan. Dan Kota Batu    ini dalam 5 (lima) tahun terakhir mencuat menjadi kota kunjungan wisata nasional ke tiga. Ini luar biasa. Sudah 50 tahun KTN turut andil dalam menumbuh-kembangkan Kota Batu. Kota wisata rohani dan Kota  Wisata Nasional. Kota yang menggeliat menjadi kota Internasional!

Saudara yang dikasihi Tuhan,

Pemerintah sedang berusaha untuk memanfaatkan kekayaan laut kita. Untuk itu harus membangun Kapal Pukat Cincin berkapasitas lebih dari 1000 Gros Ton, yang per unitnya berharga Rp 250 milyar. Agar dapat menangkap ikan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Kalau tidak ribuan ton ikan kita dicuri oleh para nelayan Negara lain tiap tahun.

Sesudah Sail Bunaken (Sulawesi Utara), tahun ini (2013) Sail Komodo akan diselenggarakan untuk memakmurkan Nusa Tegara Timur sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional.

Negara kita kaya, makmur dan sejahtera. SDA kita luar biasa. Dan Sumber Daya Manusia  (SDM) kita harus ditingkatkan pendidikannya demi masa depan. Untuk mampu bersaing di Era Globalisasi.

Di KTN ini kita berdoa buat Indonesia, Negeri kita tercinta. Kalau Tuhan telah mensejahterakan kita, kita akan mensejahterakan Bangsa-Bangsa. Ini luar biasa. Dan Allah akan memungkinkanya.

Terima kasih

                                                                                                                                                                   DR. Hashim S. Djojohadikusumo

 

Sambutan Ketua Panitia Nasional KTN YPPII Batu