Yohanes 16:7-11                               

PENUAI MENUAI TANPA MENABUR

“…Karena itu tegorlah mereka… supaya mereka menjadi sehat dalam iman”

(Titus 1:13)

         Seorang remaja merasa hebat karena banyak ilmu yang dimilikinya. Namun, ia  sadar, ilmunya itu banyak menuntut dia patuh pada hal-hal yang mistik dan membuat dia terus gelisah. Syukur ia mau datang minta konseling pada seorang hamba Tuhan. Ia membuka hatinya bagi Tuhan, dan mengalami hidup baru yang sebenarnya.

        Roh Kudus menginsafkan dunia dari dosa, kebenaran dan penghukuman (Yoh. 16:8-11). Roh Kudus juga menegur dosa, dosa bohong, dosa kebuasan, dosa kerakusan, dosa kemalasan dan sebagainya (Tit. 1:12-13). Roh Kudus menegur kehidupan umat Tuhan yang suam.

        Rasul Paulus menyarankan, agar Titus tidak ragu-ragu dalam membimbing jemaat Tuhan, terutama jika jemaat berbuat dosa, ia harus berani menegur mereka, sehingga mereka sehat dalam iman (Tit. 1:13). Pekerjaan ini tentu tidak mudah bagi seorang Titus, yang juga baru dilatih menjadi seorang penginjil. Apalagi menghadapi orang-orang Kreta yang suka berbohong, bahkan dikatakan seperti binatang buas, pelahap dan malas. Hal ini hanya mungkin apabila Roh Kudus memenuhi  Titus, dan kuasa-Nya membuat Titus mampu melaksanakan pelayanannya sesuai dengan kehendak Allah. Masalah pertobatan itu hanya dilakukan oleh Allah sendiri. Itulah sebuah penuaian.

        Jika kita seorang pelayan Tuhan, kita hanya perlu urapan Roh Allah yang kudus, dan biarkan Allah sendiri mencurahkan roh pertobatannya pada manusia. Maka kita akan melihat tuaian pasti terjadi. -PT-

 

KITA MENABUR ALLAH MEMBERIKAN TUAIAN

Penuai Menuai Tanpa Menabur