1 Samuel 1:1-8

KATAKAN “CUKUP!” DAN BERSYUKURLAH

“… bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?”

1 Samuel 1:8

Pada dasarnya semua manusia memiliki sifat tidak pernah merasa puas.

Hana adalah istri Elkana, selain Penina. Penina mempunyai anak sedangkan Hana mandul. Karena aib itulah, Penina selalu memandang rendah kepada Hana dan selalu menyakiti hatinya setiap kali Hana pergi ke rumah Tuhan. Sikap Penina tersebut membuat Hana sedih dan mogok makan. Hana mungkin merasa harga dirinya benar-benar sudah tidak ada lagi di mata suaminya, keluarga bahkan masyarakat. Hana tidak menyadari bahwa sebenarnya kemandulannya adalah kehendak Tuhan (ay. 5b). Tanpa anak seakan-akan hidupnya tak lengkap/tak cukup (Ams. 30:15-16 tertulis ‘rahim yang mandul’ adalah salah satu dari empat hal di dunia ini yang tidak pernah berkata “cukup”). Hana mungkin tidak melihat bahwa di sekitarnya mungkin masih banyak orang yang tidak seberuntung dirinya, yang mempunyai seorang suami yang takut Tuhan dan sangat mencintainya apa adanya. Elkana mengingatkan Hana bahwa seharusnya dia tidak perlu mogok makan dan bersedih hati, tetapi bersyukur atas suami yang sudah dimilikinya saat itu. Ke depannya, masalah diberikan atau tidak diberikan anak, ada dalam kuasa Tuhan.

Saudara, dari firman Tuhan ini kita belajar lagi tentang hal bersyukur. Yang lebih penting bagi kita, adalah bersyukur atas apa yang sudah kita miliki saat ini. Perasaan selalu kurang/tidak cukup akan membuat kita selalu mengeluh, sebaliknya kalau kita meyakini bahwa berkat Tuhan setiap hari cukup adanya, maka sepanjang hari kita akan dipenuhi sukacita dan ucapan syukur. -LM-

BERSYUKUR MERUPAKAN CARA PALING MUDAH UNTUK MENIKMATI KEBAHAGIAAN

 

Katakan “CUKUP” Dan Bersyukurlah