KASIH ALLAH NYATA

“Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Lukas 10:37a)

 

Kota Yerusalem dan Yeriko berjarak kira-kira 30 km. Yerusalem terletak kira-kira 700 meter di atas permukaan laut, sedang Yeriko kira-kira 400 meter di bawah permukaan laut. Jalan dari Yerusalem ke Yeriko amat curam, sempit, berbatu (bergua batu) dan sepi. “Jalan Darah” (istilah Yerome, tokoh gereja abad lima Masehi, dan H.V. Morgan menegaskan bahwa daerah itu sangat rawan penyamunan dan pembunuhan.

Dalam teks firman Tuhan ini diceritakan bahwa ada seseorang yang telah menjadi korban penyamunan. Ia terluka, hampir mati, dan tergeletak seperti mayat di tepi jalan. Tak lama, ada seorang Imam melewati jalan itu dan melihatnya, namun ia tidak bersedia menolong, sebaliknya ia lewat begitu saja, karena takut najis. Begitu juga yang dilakukan oleh seorang Lewi yang mungkin takut kehilangan kehormatannya jika menolong korban. Baik Imam maupun orang Lewi, keduanya adalah pelayan di Bait Allah, namun keduanya enggan menolong. Tetapi seorang Samaria, yang notabene dipandang rendah oleh orang-orang Yahudi, justru dialah yang menolong si korban. Ia menuangkan minyak kepada lukanya dan membersihkannya, serta membawa ke penginapan dan membiayainya. Sikap orang Samaria mencerminkan pengurbanan Tuhan Yesus Kristus, yang sedia mempersembahkan hidup-Nya agar umat manusia diselamatkan. Orang Samaria itu digerakkan oleh kasih Allah yang nyata, yang bersedia menolong sesama manusia.

Saudaraku, kasih Allah diwujudkan dalam sikap peduli dan berbagi kepada sesama, bukan hidup untuk diri sendiri. Kasih itu berkurban, memberi dan mengutamakan orang lain. “Pergilah, dan perbuatlah demikian” (Lukas 3:37b). -PO-

 

“KASIH BUKAN MENCARI

TETAPI MENJADI PRIBADI YANG TEPAT”

(Dr. R. W. Shedd)

Kasih Allah Nyata