BIASA MENJADI LUAR BIASA

“Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka;…”

(Kisah Para Rasul 4:13)

Orang biasa itu adalah orang yang status sosialnya rendah, miskin, tidak terpelajar, tanpa gelar dan tidak popular. Petrus dan kawan-kawan juga dinilai seperti itu oleh para Sanhedrin. Tetapi, orang-orang yang biasa ini dapat membuat para Sanhedrin menjadi terheran-heran dan ketakutan. Mengapa bisa demikian? Dengan kuasa manakah mereka melayani? Mengapa mereka menjadi luar biasa di hadapan Mahkamah Agama?

Jawaban Petrus sangat tegas dan pasti: Kuasa kebangkitan Tuhan Yesus, kuasa Roh Kudus, nama Yesus orang Nazaret yang tersalibkan, Kuasa itulah yang membuat ‘orang biasa’ menjadi ‘luar biasa’. Bukan hikmat dan pengetahuan manusia, bukan gelar-gelar akademik, bukan otoritas yang diberikan manusia, bukan jabatan struktural, bukan kekayaan, bukan juga pengalaman. Walaupun semuanya itu penting, tetapi bukan itu yang utama. Prinsip ini sangat ditekankan oleh Petrus dan kawan-kawan.

Ada orang Kristen yang mengutamakan pengetahuan tanpa Kuasa Roh Kudus, tetapi ada juga yang hanya mengandalkan kuasa Roh Kudus tanpa pengetahuan. Keduanya adalah sikap ekstrim yang salah. Sikap yang benar adalah: siapapun kita, apapun yang kita kerjakan, kita memang dan harus memperlengkapi diri dengan pengetahuan-pengetahuan pendukung, harus terbuka dan bergantung penuh kepada pekerjaan Roh Kudus dan Kuasa nama Tuhan Yesus.

Pertanyaan penting untuk direnungkan: Dengan kuasa manakah kita melayani? Dengan kuasa manakah kita bekerja? Dengan otoritas siapakah kita bekerja dan melayani? –DL

 

 

KUASA NAMA YESUS MENJADIKAN

ORANG BIASA MENJADI LUAR BIASA

 

Biasa Menjadi Luar Biasa