Sebagaimana dituturkan oleh Pdt. DR. Petrus Octavianus bahwa berdirinya gedung besar itu sesuai dengan pemikiran ke depan yaitu sebagai tempat saudara-saudara dari seluruh pelosok tanah air yang haus akan firman Tuhan.
Pada hari penutupan KTN, hari Minggu, 22 Juli 1973, Tuhan memberikan lampu hijau untuk meletakkan batu pertama gedung itu oleh pak Octav berdasarkan janji Tuhan dalam Keluaran 3:14, “AKU AKAN ADA YANG AKU ADA ……….BAHWA AKU ADA” Ayat firman Tuhan itu dipancangkan di atas tanah tempat gedung itu akan dibangun.
Berdasarkan janji Tuhan itu, seluruh persekutuan baik staf maupun mahasiswa serta para peserta Kebaktian Tahunan dengan sehati sambil bergandengan tangan, mengelilingi tempat dimana batu pertama itu diletakkan, untuk berdoa memohon kepada Tuhan agar IA membuka tingkap-tingkap berkatNya dalam penerusan pembangunan.

Tuhan yang berjanji itu setia. Janji itu digenapi dengan adanya persembahan berupa uang tunai sejumlah Rp. 23.450,- ditambah dengan barang-barang emas seperti kalung, cincin, leontin dan sebagainya. Bahkan berikutnya pada Senin, 23 Juli 1973 datang persembahan sebesar Rp. 3.000.000
Memang bukan hanya dalam hal pembangunan saja, melainkan dalam segala kebutuhan hidup sehari-hari, YPPII BATU memiliki prinsip hidup beriman.

Titik berangkat pembangunan gedung sebesar itu adalah Matius 6:33 “Carilah dahulu Kerajaan Allah,…”, terutama dengan mengenal kehendak dan rencana Tuhan serta memeluknya bersama
Pergumulan lepas pergumulan dilewati dalam penerusan pembangunan gedung itu. Meskipun kadang-kadang pembangunan gedung itu berhenti karena uang tidak ada, namun firman Tuhan dalam Keluaran 3:14 sebagai dasar pembangunan itu memberikan kekuatan khusus dalam mengarungi setiap pergumulan.

Gedung yang didesain dan dibuat dalam hikmat Tuhan itu diberi nama : BUKIT ZAITUN.